Sabtu, 02 Februari 2013

contoh analisis buku


PENDAHULUAN

Dalam interaksi belajar-mengajar tidak hanya diperlukan seorang pengajar dan peserta didik, melainkan juga diperlukan sebuah alat pembelajaran. Salah satunya adalah buku teks atau buku pelajaran . Dengan adanya buku teks, guru dan siswa akan terbantu dalam memperlancar proses belajar-mengajar.Buku teks adalah buku acuan wajib untuk digunakan di sekolah yang memuat materi pembelajaran dalam rangka peningkatan keimanan dan ketakwaan, budi pekerti dan kepribadian, kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kepekaan dan kemampuan estetis, potensi fisik  dan kesehatan yang disusun berdasarkan Standar Nasional Pendidikan (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 11 Tahun 2005 Pasal 1).  Buku pelajaran digunakan sebagai acuan wajib oleh guru dan peserta didik dalam pembelajaran (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 11 Tahun 2005 Pasal 2). pemilihan buku teks yang dipakai  didasarkan pada kurikulum agar menjadi buku teks yang berkwalitas. Berikut ini adalah  standar kompetensi yang harus dijadikan sebagai bahan acuan pada Buku Teks Bahasa Indonesia untuk siswa SD/MI yng duduk di kelas V.

Semester 1
Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Mendengarkan
1.      Memahami  penjelasan narasumber dan cerita rakyat  secara lisan

1.1  Menanggapi penjelasan narasumber  (petani, pedagang, nelayan, karyawan, dll.) dengan memperhatikan santun berbahasa
1.2  Mengidentifikasi unsur cerita tentang cerita rakyat yang didengarnya
Berbicara
2.      Mengungkapkan pikiran, pendapat, perasaan, fakta  secara lisan dengan menanggapi suatu persoalan,  menceritakan hasil pengamatan, atau berwawancara 


2.1  Menanggapi  suatu persoalan atau peristiwa dan memberikan saran pemecahannya  dengan memperhatikan pilihan kata dan santun berbahasa
2.2 Menceritakan   hasil pengamatan/kunjungan  dengan bahasa runtut, baik, dan benar  
2.3  Berwawancara sederhana dengan narasumber  (petani, pedagang, nelayan, karyawan, dll.) dengan memperhatikan pilihan kata dan santun berbahasa 
Membaca
3.      Memahami teks dengan membaca teks percakapan, membaca cepat 75 kata/menit, dan membaca puisi

3.1  Membaca  teks percakapan dengan lafal dan intonasi yang tepat
3.2  Menemukan gagasan utama suatu teks yang dibaca dengan kecepatan 75 kata  per menit 
3.3  Membaca  puisi dengan lafal dan intonasi yang tepat 
Menulis
4.      Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, dan pengalaman secara tertulis dalam  bentuk karangan,  surat undangan, dan dialog tertulis

4.1  Menulis karangan berdasarkan pengalaman dengan memperhatikan  pilihan kata dan penggunaan ejaan
4.2  Menulis surat undangan (ulang tahun, acara agama, kegiatan sekolah, kenaikan kelas, dll.) dengan kalimat efektif dan memperhatikan penggunaan ejaan
4.3  Menulis dialog sederhana antara dua atau tiga  tokoh dengan memperhatikan isi serta perannya

Semester  2

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar
Mendengarkan
5.      Memahami cerita tentang suatu peristiwa dan cerita pendek anak yang disampaikan secara lisan


5.1  Menanggapi cerita tentang  peristiwa yang terjadi di sekitar yang  disampaikan secara lisan
5.2  Mengidentifikasi unsur cerita (tokoh, tema, latar, amanat)   
Berbicara
6.      Mengungkapkan pikiran dan perasaan  secara lisan dalam diskusi dan bermain drama

6.1  Mengomentari  persoalan faktual disertai alasan yang mendukung dengan memperhatikan pilihan kata dan santun berbahasa
6.2  Memerankan tokoh drama dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat
Membaca
7.      Memahami teks dengan membaca sekilas, membaca memindai, dan membaca cerita anak

7.1  Membandingkan isi  dua teks yang dibaca dengan membaca sekilas 
7.2  Menemukan informasi secara cepat dari berbagai teks khusus (buku petunjuk telepon, jadwal perjalanan, daftar susunan acara, daftar menu, dll.) yang dilakukan melalui membaca memindai 
7.3  Menyimpulkan isi cerita anak dalam beberapa kalimat
Menulis
8.      Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, dan fakta secara tertulis dalam bentuk ringkasan, laporan, dan  puisi bebas

8.1  Meringkas isi buku  yang dipilih sendiri  dengan memperhatikan penggunaan ejaan
8.2  Menulis laporan pengamatan atau kunjungan berdasarkan tahapan (catatan, konsep awal, perbaikan, final) dengan memperhatikan penggunaan ejaan 
8.3  Menulis puisi bebas dengan pilihan kata yang tepat

Buku teks yang berkwalitas juga harus memenuhi beberapa kriteria salah satunya berdasarkan pendapat Greene dan Petty yaitu 10 kriteria buku teks yang berkwalitas.  Menganalisis buku teks adalah salah satu cara apakah buku teks mempunyai kwalitas yang baik atau tidak. Contohnya dengan menganalisis buku Bahasa Indonesia Kelas V Tingkat SD yang di gunakan dalam sistem pembelajaran. Apakah buku ini sudah berkwalitas dan memenuhi pedoman buku teks yang baik. Buku teks bahasa dan sastra Indonesia untuk SD kelas V menunjang kegiatan belajar mengajar dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Semakin baik buku teks maka semakin sempurna pengajaran mata pelajaran yang ditunjangnya. Buku teks bahasa Indonesia bermutu tinggi akan meningkatkan kualitas pengajaran dan hasil pengajaran bahasa Indonesia. Agar buku teks bahasa Indonesia untuk SD kelas V dapat meningkatkan kualitas pengajaran dan hasil pengajaran bahasa dan sastra Indonesia, maka perlu mengetahui apakah buku teks tersebut bermutu tinggi.  Dengan menganalis buku teks ini diharapkan mampu membantu kita untuk mengetahui sejauh mana peranan buku teks ini pada sistem pembelajaran dan membantu guru dan siswa untuk memahami materi pembelajaran.
IDENTITAS BUKU
Judul Buku : Aku Mampu Berbahasa Indonesia
Penulis : Kastam Syamsi, Joko Santoso , Anwar Efendi, dan Teguh Setiawan
Tahun Terbit : 2004
Nama Penerbit : SIC
Tebal Buku : 94 halaman
buku teks memang mengacu pada kurikulum. menurut Tarigan dalam Telaah Buku Teks Bahasa Indonesia (1986: 66), “Keeratan hubungan buku teks dan kurikulum dapat diumpamakan, digambarkan atau dibandingkan dengan hubungan antara ikan dengan air, ikan dengan tebing, atau juga dapat disamakan dengan dua sisi mata uang, dua tetapi satu, satu tetapi dua”. Namun, di dalam buku teks tidak ada rincian pasti mengenai apa yang menjadi standar kompetensi atau apa yang menjadi kompetensi dasar. Semuanya sudah dituliskan menjadi sub-sub materi. Buku teks yang baik haruslah menarik dan mampu meransang minat siswa untuk termotivasi belajar. Dengan buku yang menarik siswa akan mau belajar dan tertarik untuk memahami materi pembelajaran.
            Teori yang di pakai untuk menganalisis berdasarkan Greene dan Petty yang memaparkan 10 kriteria cara penulisan buku yang tergolong berkwalitas dan baik. Buku teks yang mampu membimbing siswa untuk lebih mudah memamahami pelajaran.. Berdasarkan pendapat Greene dan Petty ada 10 kriteria yang harus dipenuhi untuk buku teks yang berkwalitas komponen tersebut adalah
1.       Buku teks itu haruslah menarik minat anak-anak
  1. Buku teks itu haruslah mampu memberi motivasi kepada para siswa yang memakainya.
  2. Buku teks itu haruslah memuat ilustrasi yang menarik hati para siswa yang memanfaatkannya
  3. Buku teks itu seyogyanya mempertimbangkan aspek-aspek linguistik sehingga sesuai dengan kemampuan para siswa yang memakainya.
  4. Buku teks itu isinya haruslah berhubungan erat dengan pelajaran-pelajaran lainnya, lebih baik lagi kalau dapat menunjangnya dengan rencana, sehingga semuanya merupakan suatu kebulatan yang utuh dan terpadu.
  5. Buku teks itu haruslah dapat menstimulasi atau merangsang aktivitas pribadi para siswa yang menggunakannya.
  6. Buku teks itu haruslah dengan sadar dan tegas menghindari konsep-konsep yang samar-samar dan tidak biasa, agar tidak sempat membingungkan para siswa yang memakainya.
  7. Buku teks itu haruslah mempunyai sudut pandang atau point of view yang jelas dan tegas sehingga pada akhirnya menjadi sudut pandang para pemakainya yang setia.
  8. Buku teks haruslah mampu memberi pemantapan, penekanan pada nilai-nilai anak dan orang dewasa.
  9. Buku teks itu haruslah dapat menghargai perbedaan-perbedaan pribadi para siswa pemakainya.
Dari hasil penganalis yang telah dilakukan, dimulai dengan membaca buku, memahami materi, lalu menganalisis dan mendiskripsikannya selanjutnya memberikan kesimpulan dan saran. Dari kegiatan menganalisis  buku teks Bahasa Indonesia Kelas v dengan standar Kurikulum Berbasis Kompetensi 2004, diharapkan mampu mengetahui kwalitas buku teks yang telah di analis dan mengetahui manfaatnya bagi siswa dan hasil pengamatan berdasarkan analisis.




PEMBAHASAN
A.    Berdasarkan standar kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) , Standart Kompetensi untuk Sekolah Dasar Kelas 5 Semester 1 dan 2
1.      Siswa mampu memahami  penjelasan narasumber dan cerita rakyat  secara lisan
Dalam buku ini terdapat 2 cerita rakyat yaitu Asal Mula Guntur (halaman 14) dan Kasut Bidadari (halaman 31) dan juga istana bunga halaman 40. Setelah itu siswa disuruh mengidentifikasi tokoh, watak, latar belakang munculnya cerita itu dan menceritakan kembali didepan kelas . Tentunya ini akan dibimbing oleh guru supaya siswa lebih bisa memahami tentang cerita rakyat
2.      Siswa mampu ,mengungkapkan pikiran, pendapat, perasaan, fakta  secara lisan dengan menanggapi suatu persoalan,  menceritakan hasil pengamatan, atau berwawancara.
Buku teks ini memberikan contoh tentang menanggapi suatu persoalan misalnya pada halaman 13,19,29. Siswa juga  mewawancarai narasumber kemudian siswa  menuliskan hasil wawancaranya atau laporannya tadi hal ini bisa di lihat pada halaman 6,7,33,43,44. sehingga hal ini bisa memberikan stimulus kepada  siswa untuk mengembangkan ide-idenya tentang suatu persoalan.
3.      Memahami teks dengan membaca teks percakapan, membaca cepat 75 kata/menit, dan membaca puisi
Dalam buku ini terdapat beberapa contoh teks percakapan misalnya pada halaman 25, 35, 49 yang akan membuat siswa mudah dalam membuat percakapan dan membaca cepat terdapat dalam halaman 27, 37,45 yang akan membuat siswa terbiasa untuk membaca cepat dan mudah mengerti dan juga beberapa puisi (halaman 9, 10, 20, 21, 47, 60) tentunya dengan dijelaskan oleh guru sehingga siswa lebih memahami tentang isi puisi dan bagaimana membuat puisi dengan benar.
4.      Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, dan pengalaman secara tertulis dalam  bentuk karangan,  surat undangan, dan dialog tertulis. Buku teks ini memberikan beberapa contoh tentang bagaimana  membuat bentuk karangan sederhana sesuai dengan pengalaman siswa seperti pada halaman 36, 77, 82. Dan juga belajar menulis surat untuk teman seperti halaman 32 tetapi dibuku teks ini siswa tidak diberi contoh membuat suratnya sehingga siswa harus mendapat penjelasan dari guru secara detail. Tetapi kalau untuk dialog tertulis banyak contohnya sepeti pada halaman 49, 56, 64, 70 dan beberapa tugas untuk membuat  bentuk karangan,  surat undangan, dan dialog tertulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi dan pengalaman.
5.      Memahami cerita tentang suatu peristiwa dan cerita pendek anak yang disampaikan secara lisan.Dengan adanya contoh cerita pendek seperti pelajaran berharga dari desa pada halaman 85, siswa akan lebih memahami inti atau isi dari cerita tersebut yang nantinya akan disampaikan secara lisan.
6.      Mengungkapkan pikiran dan perasaan  secara lisan dalam diskusi dan bermain drama.
Siwa dapat mengungkapkan sebuah pikiran atau perasaan dalam sebuah diskusi atau bermain drama sesuai dengan contoh yang terdapat dalam buku ajar ini. Sayangnya dalam buku teks ini kurang dijelaskan tentang bagaimana bermain drama yang baik.
7.      Memahami teks dengan membaca sekilas, membaca memindai, dan membaca cerita anak
Contoh membaca sekilas bisa ditemukan pada halaman 61 tetapi hanya dikasih teks dan beberapa soal tetapi tidak dijelaskan bagaimana cara membaca sekilas itu seperti apa. Semeentara untuk membaca memindai dan cerita anak banyak ditemukan dalam buku teks ini seperti halaman 57, 67, 82, 84, 90. teks yang ada dalam buku ini mendukung proses pembelajaran dimana siswa dituntut untuk memahami isi teks dengan membaca sekilas maupun membaca memindai
8.      Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, dan fakta secara tertulis dalam bentuk ringkasan, laporan, dan  puisi bebas
Ada beberapa latihan dan tugas dimana siswa membuat ringkasan, laporan dan puisi bebas seperti halaman 9, 20,47, 60, supaya siswa bisa mengekspresikan perasaannya dengan kata-kata yang lebih kreatif dan menarik.


B.     Berdasarkan Greene dan Petty ada 10 Kriteria Cara Penilaian Buku Teks, yaitu:
1. Buku teks itu haruslah menarik minat anak-anak. Dari bab tersebut sudah di tuliskan beberapa contoh teks yang menarik. Penulis memaparkan wacana singkat yang berjudul Asal Mula Guntur  dari kisahnya yang unik dan menarik yang menceritakan tokoh guru shie yang mempunyai dua murid mekhala dan ramasaur. Suatu hari guru shie memanggil muridnya untuk memberikan secawan air embun  dan siapa yang lebih cepat mendapatkannya akan diubah embun menjadi permata. Dan yang menang adalah mekhala, dan  mengubah setiap tetes embun menjadi permata dan jika hendak menginginkan sesuatu dia bisa mengangkat permata setinggi keningnya. Mekhala ingin bisa terbang sehingga dia terbang kesana kemari walaupun ramasaur kalah ia tetap mendapat hadiah kapak sakti. Tetapi ramasaur iri dan melemparkan kapak sakti ke mekhala dan makhala menangkisnya dengan permata sehingga terjadi benturan dahsyat dan orang-orang menyebutnya guntur   Selanjutnya pula dipaparkan pula wacana yang berjudul Kasut Bidadari yang menarik untuk di baca siswa terlebih lagi dalam bacaan tersebut juga terdapat gambar ilustrasi yang dapat menarik.
2. Buku teks itu haruslah mampu memberi motivasi siswa. Dalam buku teks ada cerita pendek yang dapat memotivasi siswa yang berjudul kebanggaan anggit. Anggit adalah siswa yang pintar tapi miskin. Dia ingin seperti teman-temannya yang mempunyai seragam, tas dan sepatu baru sehingga terkadang ia merasa minder dengan teman temannya tapi orang tuanya menasehatinya kalau semua itu tidak terlalu penting yang penting adalah bisa menjadi kebanggaan orang tua dan selalu rendah diri dengan prestasinya . Jadi, Siswa dapat termotivasi untuk selalu belajar dan tidak menyerah dalam kondisi bagaimanapun.
3. Buku teks haruslah memuat ilustrasi yang menarik hati para siswa. Dalam teks buku ada banyak cerita pendek yang menarik sepeti jangan jajan sembarangan, dikira supir jemputan, musim layanan membawa berkah dan lain-lain dan cerita rakyat  sepeti asal mula guntur, istana bunga, dan kasut bidadari. Serta beberapa pengetahuan untuk menambah wawasan siswa seperti coronavirus yang membuat heboh dunia, penyelamat sampah, dengan satelit dunia smakin dekat dan lain-lain.
4. Buku teks itu seyogianyalah mempertimbangkan aspek-aspek linguistik Penulis memaparkan materi dengan baik dan lugas, dengan bahasa yang komunikatif sehingga mudah di pahami oleh pemakainya, yaitu siswa. Walaupun ada beberapa istilah seperti kutu buku dan kata lainnya namun di paparkan pula penjelasannya dan pemilihan istilah yang sudah biasa di ketahui oleh siswa.
5. Buku teks harus berkaitan erat dengan pelajaran-pelajaran yang lain. Dari buku teks terdapat wacana yang berjudul Dengan Satelit Dunia Semakin Dekat dan Kereta Api Yang tidak Pernah Sepi materi berhubungan dengan mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial.  Ada juga materi yang berhubungan dengan pelajara ilmu pengetahuan alam seperti Atasi Pencemaran Sungai Dengan IPAL (instalasi pengolahan air limbah)
6. Buku teks dapat menstimulasi atau merangsang aktivitas pribadi para siswa
Dari bab tersebut di paparkan materi mengenai drama secara lengkap dan diharpakan siswa dapat berminat untuk belajar dan mempraktekan drama secara langsung. Selain itu ada beberapa percakapan sehari-hari seperti ketika bertelepon dengan teman atau bertemu dengan teman.
7. Buku teks haruslah sadar dan tegas menghindari konsep-konsep yang samar-samar.
Penulis dengan jelas memaparkan konsep-konsep materi dengan cermat dan baik, sehingga tidak membingungkan para pemakainya. Di buku teks bahasa Indonesia ini salah satu contohnya adalah  materi tentang cara membaca puisi dengan benar, menggunakan intonasi, jeda, dan ekspresi wajah yang bisa menambah makna dari puisi tersebut.
8. Buku teks harus mempunyai sudut pandangan yang jelas. Sudut pandangan buku sudah jelas dan tegas, sehingga para pemakainya memiliki sudat pandang sama yang setia dan mengacu pada satu sudut pandangan yang sama. Buku teks juga memaparkan sudut pandangan yang tersusun rapi dan sistematis. Setelah memberikan materi dan penjelasannya di sertai contoh kemudian memberikan pelatihan dan tugas.
9. Buku teks haruslah mampu memberi pemantapan, penekanan pada nilai-nilai anak dan orang dewasa. Pada bab 1 di bahas materi yang berjudul “sekolah” yang memberikan tentang peraturan disekolah seperti kewajiban siswa, larangan-larangan, sanksi atau hukuman. Kemudian dari Penulis memaparkan wacana singkat tentang pengumuman yang ada disekolah sehingga disini siswa akan lebih mengerti tentang lingkungan sekolah secara lebih baik.
10. Buku teks haruslah dapat menghargai perbedaan-perbedaan pribadi para siswa dan pemakainya.
Buku teks bahasa Indonesia ini  tidak membeda-bedakan salah satu individu maupun kelompok. Buku teks tersebut sesuai dan cocok untuk kalangan Siswa SD/MI. Dari segi bahasa yang komunikatif dan mudah di pahami oleh siswa. Siswa dan guru dapat dengan mudah menggunakannya sebagai buku panduan.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Buku teks adalah sarana belajar yang biasa digunakan di sekolah-sekolah dan untuk menunjang suatu program pembelajaran. Dalam proses pembelajaran inilah buku teks memiliki peran yang sangat penting sebagai referensi yang digunakan siswa untuk mengoptimalkan potensi-potensinya. Oleh karena itu, perlu adanya pemilihan buku teks yang baik mana yang akan digunakan di dalam pembelajaran.
Ada sepuluh kriteria buku teks yang baik seperti yang diungkapkan oleh Greene dan Petty yaitu menarik minat, menumbuhkan motivasi, menstimulasi aktivitas siswa, ilustratif, komunikatif, sudut pandangan (point of view), kejelasan konsep, menunjang mata pelajaran lain, menghargai perbedaan individu, dan memantapkan nilai-nilai.Dalam penulisan buku teks bahasa Indonesia, ada empat aspek keterampilan yang tidak mungkin dilepas yaitu aspek keterampilan mendengarkan/menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.
Di dalam penganalisisan bab, banyak sekali dtemukan kekurangan di antaranya ialah tidak adanya standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator apa saja yang harus dicapai oleh siswa, ketidaksesuaian topik yang ditulis di buku teks dengan kurikulum. Ada beberapa kompetensi dasar yang sebenarnya ada di kurikulum namun di buku teks tidak ada. Selain itu ada juga kompetensi yang diminta di kurikulum tentang kata berimbuhan sedangkan yang tersaji di buku ialah tentang frasa. Padahal, penulisan buku teks seharusnya memang relevan dengan kurikulum. Selain itu penulis buku BSE nampak kurang cermat dalam mencari definisi dan kurang matang dalam menyajikan bahan ajar atau teori. Sehingga teori-teori yang tersaji di buku nampak sangat kurang mendalam.
Saran
Ada beberapa kekurangan yang  ditemukan selama melakukan analisis sehingga saya ada beberapa saran yang dapat diajukan antara lain:
1. Penulis harus mempelajari kriteria-kriteria buku teks yang baik..
2. Pelajari dan pahami dengan baik standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ada di dalam kurikulum.
3. menuliskan standar kompetensi, kompetensi dasar, juga indikator kedalam buku teks jangan hanya tujuan pembelajarannya saja
4. mempersiapkan dengan matang bahan-bahan atau data yang akan dijadikan materi di dalam buku teks.
5. Dalam mendefinisikan sesuatu carilah referensi yang dapat dipercaya.
6. sebaiknya soal yang diberikan bisa lebih bervariasi seperti pilihan ganda dan soal teka teki silang yang berhubungan dengan materi
7.materinya sebaiknya lebih dijelaskan lebih mendetail lagi karena buku teks lebih monoton ke cerita-cerita pendek

3 komentar:

bahrul ulum mengatakan...

Makacih Yach Mbakk......
And Add Me ya

Mbak boleh gk aqw mntak numbr hpx kamu ?

fitriani ade putri mengatakan...

bagus kak

rangga yudis mengatakan...

tanks analisis anda
sangat bergunabuat saya ....

Poskan Komentar

 
;